Mengenal Blended Learning pada Pembelajaran Teori Kinetik Gas

Allah sebagai Tuhan yang berhak disembah memiliki kehendak atas segala sesuatu. Baik yang nampak di muka bumi maupun yang kasat mata seperti hal-hal gaib. Jika Allah sudah berkata jadi, maka hal tersebut pasti terjadi. Sebagaimana yang tertulis dalam kita suci Al-Qur.’an surat Yasin: 82 dengan arti “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia”. Hal ini nampakanya selaras dengan wabah yang akhir-akhir ini terjadi. Akhir tahun 2019 masyarakat dunia dihebohkan dengan munculnya wabah Covid-19 di Wuhan.

Kabar duka hampir setiap hari disiarkan serta wabah yang cepat menyebar tanpa dapat dibendung lagi. Masyarakat Indonesia yang pada awalnya merasa aman, bahkan beberapa menantang dengan ocehan “masyarakat +62 santai”. Kabar horor itupun mulai tersebar Maret 2020. Berawal dari hitungan jari sampai ribuan perhari korban mulai terjangkit virus. Disinilah kuasa illahi terbukti dan tidak ada yang bisa menghentikan wabah jika Alloh belum menghendaki hilang.

Wabah Covid-19 melumpuhkan berbagai sektor penting di Indonesia yang mengharuskan adanya penyesuaian sistem. Termasuk diantaranya sektor pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar. Mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi tak luput dari dampak wabah ini. Untuk menyikapi hal tersebut pemerintah dengan segera meliburkan pembelajaran selama 2 minggu.

Sembari diliburkan beberapa instansi pendidikan memikirkan bagaimana cara menghadapi pandemi yang mengharuskan pengurangan interaksi. Karena tidak mungkin sekolah terus diliburkan sampai pandemi ini berakhir.

Beberapa upaya diramu dan dicoba agar mendapatkan sistem KBM se-efektif mungkin dengan kondisi yang ada. Mulai dari belajar dengan membaca materi, melalui media WhatsApp, menggunakan video, ataupun beradaptasi dengan aplikasi seperti Zoom. Dari kesekian evaluasi nampaknya pemanfaatan aplikasi interaksi langsung menggunakan video-lah yang dianggap cukup efektif.

Namun jika kegiatan belajar mengajar terus dilaksanakan menggunakan video, akan berdampak negatif pada kesehatan murid dan pengajar. Sehingga perlu dibuat metode belajar yang tidak selalu menggunakan video, salah satunya menggunakan cara lain atau kita sebut blended learning.

Menurut Dr. Uwes Anis Chaeruman (Chaeruman, 2020) metode blended learning terbagi menjadi dua jenis yaitu pembelajaran serentak (synchronous learning) dan pembelajaran tidak serentak (asynchronous learning). Dilihat dari ruang dan waktunya pembelajaran serentak terbagi menjadi 2 jenis yaitu ruang dan waktu yang sama (live-synchronous learning) serta waktu sama, tetapi ruang berbeda (virtual synchronous learning). live-synchronous learning saat ini kita sebut sebagai pembelajaran tatap muka dimana siswa dan guru hadir di ruangan yang sama.

Adapun virtual synchronous learning kita sebut sebagai pembelajaran daring dimana siswa dan guru hadir di waktu sama namun ruang berbeda karena menggunakan aplikasi video conference. Untuk pembelajaran tidak serentak juga terbagi menjadi 2 jenis yaitu tempat berbeda waktu berbeda tanpa guru (self-directed asynchronous learning) serta tempat berbeda waktu sama tanpa guru (collaborative asynchronous learning). Perbedaan keduanya adalah jumlah pesertanya.

Metode blended learning dapat diterapkan pada semua jenjang serta semua mata pelajaran. Artikel kali ini membahas mata pelajaran Fisika jenjang menengah atas materi teori kinetik gas. Menurut sebagian siswa mata pelajaran Fisika dianggap cukup sulit serta membutuhkan fokus tinggi. Jika kegiatan belajar hanya sebatas daring atau bahkan pembagian materi untuk dibaca sendiri maka siswa akan kesulitan dalam memahaminya. Oleh karena itu perlu adanya metode yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi dari mata pelajaran Fisika.

Teori kinetik gas merupakan salah satu materi Kelas XI Semester 1 Jurusan IPA menurut Kurikulum 2013 yang diperbaharui. Materi ini membahas hubungan antara volume, tekanan, dan suhu suatu gas ideal. Dalam metode blended learning yang pertama (live-synchronous learning) kegiatan belajar mengajar dilakukan di kelas seperti biasa. Tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan jika pandemi Covid-19 masih ditetapkan.

Guru dapat menjelaskan materi teori kinetik gas kemudian siswa menanggapi apa yang disampaikan oleh guru. Kegiatan belajar juga dapat dilakukan dengan pemantapan soal-soal. Pemantapan materi dimaksimalkan pada metode pertama ini. Adapun materi prioritasnya adalah persamaan gas ideal, energi kinetik rata-rata, kecepatan efektif, serta tekanan gas ideal. Untuk jenis metode blended learning kedua (virtual synchronous learning) guru mengajar menggunakan aplikasi video conference agar kelas interaktif. Aplikasi video conference yang dapat digunakan adalah Zoom, Google Meet, Ms-Teams atau media streaming lainnya.

Pilihlah aplikasi yang memudahkan pengajar dan siswa. Siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dari ruang yang berbeda. Pada metode ini materi yang diajarkan bersifat tambahan dari kegiatan tatap muka. Kurangi ceramah dan perbanyak diskusi untuk menghindari siswa yang tertidur saat pembelajaran berlangsung.

Diskusi juga dapat dijadikan sebagai metode untuk mengetahui siapa saja yang meninggalkan video conference. Materi yang disampaikan pada metode ini adalah hukum-hukum gas ideal. Metode blended learning ketiga (self-directed asynchronous learning) dan keempat (collaborative asynchronous learning) dapat kita sebut sebagai kegiatan project. Kedua metode ini bersifat pilihan. Dapat digunakan keduanya atau salah satunya.

Adapun kegiatan project yang dapat dilakukan adalah membuktikan pengaruh tekanan serta suhu pada kehidupan sehari-hari. Contoh kegiatan tersebut adalah melihat perbedaan pemasakan daging menggunakan panci bertekanan dengan panci biasa. Guru memberikan instruksi kegiatan project melalui aplikasi WhatsApp atau Google Classroom.

Dalam project ini siswa diminta mencatat lamanya pemasakan daging sampai daging terasa lembut untuk dimakan. Api yang digunakan haruslah sama besar, baiknya 2 perlakuan tersebut dilakukan pada kompor yang sama dengan tungku yang berbeda. Dari hasil data yang tercatat, siswa diminta untuk mencari literatur yang terkait dengan konsep toeri kinetik gas. Di akhir kegiatan project, siswa dapat menuliskan laporan dalam Microsoft Word kemudian mengumpulkannya melalui Google Classroom atau langsung ke pengajar.

Demikian contoh pembelajaran menggunakan metode blended learning. Keempat metode tersebut dapat dikolaborasikan sesuai dengan kebutuhan. Cari dan kolaborasikan metode seefektif mungkin jika pandemi masih berlangsung.

M. Zubair Abdurrahman
[Pendidik di SMA Future Gate Bekasi, Sedang menyelesaikan program Pascasarjana di PLN University]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *