Nasihat Bekal Hidup Seorang Muslim

Kehidupan di dunia tak terlepas dari beragam aktivitas. Setiap waktu, manusia memiliki aktivitasnya masing-masing. Mulai dari membuka mata di pagi hari, hingga menutupnya kembali di malam hari. Manusia memerlukan bekal agar siap menghadapi berbagai aktivitas dalam kehidupannya. Bekal yang cukup akan memudahkan ia melaksanakan berbagai aktivitas dalam kesehariannya.

Banyak aktivitas membuat kita perlu memilah mana yang akan jadi prioritas dalam hidup. Terlebih lagi seorang muslim, ia mengetahui bahwa seorang yang beriman kepada Allah meyakini akan adanya kehidupan lain setelah kehidupannya di dunia yang dinamakan akhirat. Allah Ta’ala memerintahkan kepada seorang muslim yang memiliki akal sehat agar berbekal dalam menjalani kehidupannya. Dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman, 

“وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ”

“Berbekalah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (Al Baqarah: 197)

Begitulah bekal bagi seorang muslim untuk menjalani kehidupan dunia yang fana, menghadapi segala macam fitnah yang ada di dalamnya, sampai ia berakhir di liang lahat. Setelah itu perjalanan belum selesai, masih ada kehidupan lain menanti dirinya, kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat. Dimulai dengan alam kubur, hari kebangkitan, mahsyar, dan seterusnya hingga berakhir antara surga dan neraka.

Maka tentunya harus lebih siap perbekalannya, karena jalan yang ditempuh akan sangat panjang. Bekal pada hari itu bukanlah berupa makanan, minuman, ataupun harta. Bekal tersebut adalah takwa kepada Allah. Karena pada hari itu tidak ada yang bermanfaat harta benda dan kekayaan, kecuali mereka yang datang dengan hati yang selamat, hati yang diselimuti takwa, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“..يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ • إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ▪︎ وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ”

“(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,..” (Asy Syu’ara : 88 – 90)

Takwalah yang akan menemani kehidupan kita di dunia dan akhirat. Takwa adalah perintah yang banyak Allah sampaikan di dalam Al-Qur’an. Pengertian takwa ialah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Hubaib Rahimahullah yaitu,

“أن تعمل بطاعة الله على نورٍ من الله رجاءَ رحمة الله، والتقوى ترك معاصي الله على نورٍ من الله مخافةَ عذاب الله”؛ رواه ابن أبي شيبة”

“Beramal ketaatan kepada Allah berdasarkan pada petunjuk-Nya dengan mengharapkan rahmat-Nya, serta meninggalkan maksiat berdasarkan petunjuk Allah dengan rasa takut terhadap azab-Nya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah)

Takwa tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan di akhirat kelak tapi juga dalam menjalaniu kehidupan di dunia. Berkaitan dengan perkara dunia ini, Allah bahkan menjajikan kepada orang-orang yang bertakwa berupa jalan keluar dari setiap permasalahan hidupnya. Dengan takwa pula, Allah menjamin kehidupan melalui rezeki yang diberikan dari arah tidak terduga. Hal ini sebagaimana tertuang dalam firman Allah Ta’ala,

“وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ▪︎ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ”

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (At Thalaq: 2-3)

Baca juga: Mempersiapkan Diri Menjadi Khatib Salat Jumat

Sampai sini semakin jelas, bahwa takwa adalah kebutuhan setiap insan muslim dalam menghadapi kehidupannya. Allah membantu mereka dalam menghadapi segala kesulitan dalam menghadapi ujian dan musibah yang sampai pada dirinya, karena Allah mencintai mereka, orang-orang yang bertakwa.

“بَلٰى مَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ وَاتَّقٰى فَاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ”

(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 76)

Oleh karena itu, alih-alih mempersiapkan bekal berupa harta dalam menghadapi kehidupan setelah kematian. Sudah seharusnya seorang muslim mempersiapkan bekal takwa dan menaruh perhatian serius terhadapnya. Karena akhir hidup yang bahagia hanya dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa. Akhir hidup manusia bukanlah ketika datang kematian. Akhir hidup manusia ada di akhirat kelak, antara surga dan neraka. Sementara bagi seorang muslim akhir yang dijanjikan adalah surga, sebagaimana Allah berfirman dalam banyak ayat di Al-Qur’an tentang balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Salah satunya dalam ayat,

“وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ”

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133)

Maka alangkah beruntungya kita apabila aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan ini selalu berkaitan dengan takwa kepada Allah Ta’ala. Semoga Allah mudahkan kita semua dalam meraih bekal terbaik yakni bekal takwa. Walallahu walliyyut taufiq was sadaad. 

Abdillah Muqita Raminja
[Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Negeri Jakarta]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *