Resensi Buku: Kereta Api di Jakarta

Kereta api salah satu moda transportasi yang banyak diminati masyarakat. Alasannya, bebas hambatan sehingga cepat perjalanannya. Adanya kereta api di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) telah membentuk pusat permukiman, perkantoran, dan pemerintahan.

Buku ini menceritakan sejarah awal perkeretaapian di Indonesia, sejak zaman Belanda, Jepang, hingga Indonesia merdeka. Pada bagian pertama, buku ini membahas pembangunan perkeretaapian di Hindia Belanda. Bagian kedua, buku ini membahas modernisasi perkeretaapian di Hindia Belanda hingga Pendudukan Jepang. Pada bagian ketiga, buku ini membahas kereta api dengan perjuangan. Pada bagian keempat, buku ini membahas tentang mengatasi kemacetan di Ibu Kota Jakarta dengan kereta api. Terakhir, buku ini membahas peristiwa luar biasa hebat, modernisasi, dan pelestarian cagar budaya yang berkaitan dengan kereta api.

Pada bagian pertama, penulis memaparkan latar belakang pembangunan kereta api di Indonesia. Kemudian, penulis membahas jalur kereta api pertama di Hindia Belanda. Dilanjutkan dengan pembangunan jalur kereta api Batavia – Buitenzorg. Setelah itu, terdapat pembahasan perusahaan kereta api pemerintah dan swasta. Dibahas pula pembangunan jalur kereta api Batavia – Kedung Gedeh. Bagian ini ditutup dengan pembahasan mengenai kondisi kereta api penumpang pada abad ke-19.

Pada bagian kedua, terdapat pembahasan mengenai penguasaan jalur kereta api Batavia oleh pemerintah Hindia Belanda. Setelah itu penulis menyebutkan kereta api cepat yang terdapat pada zaman penjajahan Hindia Belanda. Kemudian, terdapat sejarah kereta api listrik di Batavia serta sarana pendukungnya. Terakhir, bagian ini membahas kondisi perkeretaapian pada masa Pendudukan Jepang.

Di bagan ketiga, penulis membahas mengenai peran pemuda dalam mengambil alih kereta api di Jakarta dari pihak Jepang. Kemudian, diceritakan mengenai sabotase NICA terhadap jaringan kereta api di Indonesia. Bagian ini ditutup dengan pembahasan peran Kereta Luar Biasa bagi bangsa dan negara di masa perjuangan untuk memindahkan Ibukota ke Yogyakarta.

Bagian keempat, penulis menjelaskan tentang peralihan dari Jawatan Kereta Api (DKA) ke Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA), dan dari lokomotif uap ke lokomotif diesel. Kemudian, dibahas oleh penulis mengenai mengatasi kemacetan di Jakarta dengan cara melakukan elektrifikasi jalur kereta api. Setelahnya, penulis membahas pembangunan jalur layang kereta api Jakarta Kota – Manggarai. Penulis juga membahas pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi jalur kereta api di Jabodetabek. Dibahas pula mengenai pintu perlintasan kereta api yang di satu sisi menjadi pintu rezeki, tetapi di sisi lain menjadi sumber kemacetan. Penulis mengakhiri bagian ini dengan pembahasan peranan kereta api dalam transportasi mudik lebaran

Pada bagian terakhir, penulis menjelaskan mengenai peristiwa luar biasa hebat (PLH)  yang terjadi di Indonesia. Selanjutnya, penulis menjelaskan kondisi perkeretaapian Jabodetabek sebelum dan sesudah modernisasi. Terakhir, penulis juga menceritakan bangunan stasiun yang ditetapkan sebagai cagar budaya seperti stasiun Jakarta Kota, Pasar Senen, Jatinegara, Manggarai, dan Bogor.

Buku ini ditulis oleh Kartum Setiawan. Beliau lahir di Cilacap, pada tanggal 10 Agustus 1975. Meraih gelar S-1 pada tahun 2006, di Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Meraih gelar S-2 pada tahun 2010, di Program Studi Arkeologi, kekhususan pada Museologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Saat ini penulis aktif sebagai konsultan bidang sejarah dan kurator museum pada unit Heritage di PT KAI (2015-2017) dan PT Bank Mandiri (2017-sekarang), sekaligus sebagai asesor museum, LSP P2 Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini penulis menjadi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Bogor (2021-2023). Buku yang diterbitkan Masjid Bersejarah di Jakarta (2010), Tim Penulis Moda Transportasi di Jakarta Dulu, Sekarang, dan Mendatang (2015). Tim Penulis Shipwreck Cargoes in the Depth of Nusantara Oecan (2020). Saat ini penulis aktif sebagai ketua Komunitas Jelajah Budaya (KJB), salah satu komunitas yang bergerak dalam aktivitas pelestarian dan pemanfaatan Cagar Budaya untuk publik.

Kelebihan buku ini adalah pembahasannya yang lengkap sejak zaman Kolonial Belanda, Penjajahan Jepang, Revolusi Kemerdekaan, Orde Lama, Orde baru, hingga Reformasi. Buku ini juga menyebutkan masalah-masalah yang terjadi pada perkeretaapian di Jakarta. Dan, buku ini ditunjang dengan referensi yang banyak.

Akan tetapi, buku ini memiliki kelemahan dalam konsistensi pembahasan. Dalam masalah perkeretaapian sebelum kemerdekaan, buku ini membahas sejarah perkeretaapian di seluruh pulau Jawa. Namun, setelah kemerdekaan, buku ini hanya menitikberatkan sejarah perkeretaapian di Jabodetabek.

Judul: Kereta Api di Jakarta, Dari Zaman Belanda hingga Reformasi
Penulis: Kartum Setiawan
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Tahun Terbit: 2021
Harga: Rp. 119.000,-

M. Fikri Ardiansyah
[Alumni dari SMA Future Gate. Saat ini sedang magang di SMA FG, untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan dunia kerja.]

Baca juga: Resensi Buku: Segala-galanya Ambyar – Sebuah Buku tentang Harapan



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *