Setiap Detik Akan Diuji

Setiap detik ternyata berarti. Begitu pula dalam kehidupan kita. Setiap harinya, 24 jam bergulir. Betapa itu adalah angka yang banyak jika kita konversikan ke dalam satuan detik: 86.400 detik. Apa yang sudah kita lakukan untuk mengisinya? Tentu kita sudah melakukan banyak hal, bukan?

Pertanyaannya, apakah ketika melakukan semua itu kita sedang menambah kebaikan? Atau malah menambah keburukan? Tanyakan pada hati, kemudian renungkan!

Lalu, kita mungkin bertanya-tanya bagaimana caranya agar setiap detik yang kita lalui menjadi berarti. Teori-teori manajemen waktu kiranya telah mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa dengan pendekatannya masing-masing, tapi sungguh sayang tidak pernah paripurna, tidak menjangkau sampai ke dasarnya.

Adalah sebongkah iman, sesuatu yang bisa menjelaskan semuanya, sebab iman adalah fondasi. Orang beriman akan mempercayai hari akhir hingga tentu ia akan paham bahwa setiap detik harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik di hadapan-Nya kelak. Tidak ada satu detik pun yang kita bisa menjauh atau berlari darinya. Semua terekam tanpa ada luput dari pencatatan malaikat dan pengawasan-Nya.

Orang beriman juga akan selalu mengupayakan agar hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin, sebab tak ingin merugi jika hari ini sama saja atau bahkan lebih buruk daripada hari sebelumnya. Tidak hanya itu, orang beriman juga akan selalu merasa diawasi oleh-Nya sehingga ia akan berpikir berkali-kali ketika akan melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan-Nya. Jika bukan begitu, bagaimana kiranya orang beriman bisa bermalas-malasan dan membiarkan waktunya terbuang sia-sia?

Sebagai orang beriman, ia akan mengupayakan hidupnya agar lebih bermakna dan jauh dari hal yang sia-sia. Bagaimana tidak, dunia ini bukan tempat peristirahatan. Sebaliknya, ini adalah tempat kita berjuang untuk membuktikan ketaatan, termasuk juga didalamnya untuk membuktikan bahwa kita bisa bertanggung jawab atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan-Nya. Tak ada satu detik pun yang akan lepas dari pengawasan-Nya maka tak ada pula satu detik pun yang kita bisa lari untuk tidak mempertanggung jawabkannya.

Semoga kita termasuk orang-orang selalu mengisi detik-detik yang berlalu dengan amal shalih penuh ketaatan dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr, ayat 1-3)

 

Muhammad Aidul Bakri
[Penulis The Miracle of Hijrah (2019), Meraih Cinta Allah (2019), Aku Kamu dan Puisi (2020), Senyum Ibu (2020), Al Qur’an dan Aku (2021), Menunggu Rintik Hujan Terjatuh (2021), Berita-Berita Tak Terduga Setelah Hari Mengepung Jakarta (2021). Kini bertugas sebagai staf perpustakaan di SMA Future Gate Bekasi.]

1 thought on “Setiap Detik Akan Diuji

Leave a Reply

Your email address will not be published.