Serial Faedah Ringkas: Nabi Saja Meminta Tambahan Ilmu, Masak Kita Tidak?
Published Date: 15 July 2025
Dalam Al-Qur’an, kita bisa menemukan banyak ayat yang secara langsung maupun tidak langsung menyebutkan keutamaan ilmu. Ayat pertama Surat Al-‘Alaq (bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan) menunjukkan seruan untuk berproses dalam mencari ilmu lewat cara membaca ayat-ayat kauliyah maupun kauniyah. Surat Az-zumar ayat 9 (Katakanlah, tidak mungkin disamakan antara orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu) mengindikasikan keunggulan orang-orang yang memiliki ilmu di atas orang-orang tak berilmu. Dan masih ada setumpuk ayat lagi dengan nada serupa.
Satu ayat lain perlu direnungkan di sini. Allah Ta’ala berfirman: “Janganlah tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, ‘Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.’” (QS. Thaha [20]: 114)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ayat ini cukup sebagai bukti kemuliaan ilmu. Yaitu, Allah memerintahkan Nabi-Nya agar meminta tambahan ilmu pengetahuan.”
Sementara itu, Ibnu Katsir menyatakan di dalam tafsirnya, “Maksudnya adalah tambahkanlah untukku ilmu dari-Mu.”
Ibnu ‘Uyainah berucap, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memohon kepada Allah agar ditambah ilmunya hingga beliau wafat.”
Ada juga pendapat yang berbunyi, “Allah tidak pernah memerintahkan Rasul-Nya untuk meminta tambahan dalam suatu perkara kecuali dalam perkara ilmu.”
Lihatlah, ayat sependek itu memberikan faedah seluas samudra kepada kita. Selain penjelasan soal keutamaan ilmu, ayat itu juga memperlihatkan kepada kita bahwa seorang Nabi Muhammad sekalipun tetap diperintahkan untuk berdoa supaya diberi tambahan ilmu. Sekelas Nabi Terakhir dan Manusia Paling Utama yang pernah hidup di muka bumi saja tetap diamanatkan untuk mencari tambahan ilmu, apalagi kita selaku orang-orang biasa?
Secara tersirat ayat Surat Thaha tersebut juga mengemukakan bahwa setiap orang pasti selalu membutuhkan ilmu, terlebih orang-orang yang tidak memiliki keutamaan selevel nabi. Semakin biasa kualitas seseorang, semakin banyak ilmu yang ia perlukan dan semakin banyak upaya yang harus ia tempuh untuk mencari ilmu. Dan ketika kita mencari tambahan ilmu, artinya kita juga sedang meniti jalan yang pernah ditempuh oleh para nabi dan orang-orang pilihan sepanjang zaman.
Semoga Allah mudahkan langkah-langkah kita dalam mencari ilmu dan mengamalkan ilmu yang sudah kita punya.
[Diolah dari buku Gila Baca Ala Ulama karya Ali bin Muhammad Al-‘Imran, hlm. 24–25 dengan sejumlah tambahan]
