Tiga Pilar dalam Mendidik Anak

Ahlussunnah wal jama’ah ketika beribadah kepada Allah memiliki tiga pilar, yaitu mahabbah (rasa cinta), raja’ (rasa harap), dan khauf (rasa takut) kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ternyata, ketiga pilar ini bisa kita terapkan di dalam mendidik anak secara hikmah sesuai dengan fase perkembangan usia mereka. Berangkat dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ

Artinya: “Perintahkanlah anakmu untuk shalat di usia tujuh tahun, pukullah mereka ketika mereka tidak shalat di usia sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud)

Pilar Mahabbah (Rasa Cinta)

Sebelum usia tujuh tahun merupakan usia paling baik untuk anak-anak kita ditumbuhkan rasa cintanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sebelum mereka diperintahkan untuk beribadah kepada Allah, seperti menunaikan shalat dan berbagai ibadah yang lainnya, mereka ditumbuhkan terlebih dahulu rasa cintanya kepada Allah, yaitu dengan cara mengenalkan anak kita dengan Allah.

Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan sudah membawa keimanan, sudah membawa tauhid, sudah membawa Islam. Sebagaimana sabda Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ما من مولود إلا يولد على الفطرة، فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه

Artinya: “Sesungguhnya setiap anak itu dilahirkan di atas fitrah, orangtuanya lah yang menjadikan yahudi, nasrani, dan majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi tidak mengatakan orangtuanya menjadikan anaknya muslim, karena semua anak yang dilahirkan berada di atas tauhid, berada di atas islam. Karena itu, Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Sahih Muslim ketika menerangkan tentang fitrah, pada kesimpulannya beliau mengatakan:

ما من مولود إلا يولد على الفطرة، فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه

Semua anak yang dilahirkan sudah membawa potensi kepada islam,” artinya sudah membawa tauhid dan sudah membawa islam.

Nah, ini adalah fase menumbuhkan fitrah mereka untuk mencintai Allah, mengenal Allah. Kita diajak berkenalan melalui ciptaan-ciptaan Allah, melalui apa yang Allah karuniakan kepada anak-anak kita dan lingkungan sekitarnya. Tujuannya agar mereka tahu bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala. Agar mereka tahu bahwa Allah Maha Sempurna, Allah Maha Besar, sehingga mereka akan mencintai Allah.

Pilar Raja’ (Rasa Harap)

Lalu di usia tujuh tahun, Nabi perintahkan mereka untuk shalat, dalam rangka persiapan untuk mengemban misi mereka di muka bumi sebagai hamba Allah, yaitu beribadah kepada-Nya. Di usia tujuh tahun kita tumbuhkan kepada anak-anak kita raja’ (rasa harap), karena sejatinya mahabbah itu akan melahirkan harapan.

Apabila seseorang mencintai Allah, maka dia akan mengharapkan agar dirinya juga dicintai Allah. Agar dirinya mendapatkan balasan dari Allah subhanahu wa ta’ala berupa berbagai macam kebaikan. Oleh karena itu, kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk beribadah, mengharapkan balasan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kita jelaskan tentang surga Allah, serta kenikmatan-kenikmatan di dalamnya dalam rangka menumbuhkan raja’ mereka.

Pilar Khauf (Rasa Takut)

Baru kemudian di usia sepuluh tahun, pada usia tersebut Nabi sudah memperbolehkan untuk menghukum mereka, dalam rangka mendidik bukan untuk menyiksa. Ta’dib tujuannya untuk menumbuhkan khauf, yaitu rasa takut mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu takut apabila mereka menyelisihi perintah-perintah Allah atau melakukan perbuatan-perbuatan tercela. Ini adalah prinsip-prinsip yang perlu kita terapkan di dalam mendidik anak kita.

Di bawah tujuh tahun kita fokuskan untuk menumbuhkan mahabbah, di usia tujuh sampai sepuluh tahun (usia mumayyiz) kita fokuskan untuk menumbuhkan raja’, baru setelah sampai di usia sepuluh tahun, mereka persiapan memasuki usia baligh yang disebut dengan fase murahiq kita umbuhkan khauf (rasa takut) mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga ketika mereka sudah baligh, mukallaf (sudah dikenai beban syariat) maka terkumpul dalam diri mereka ketiga pilar yang telah disebutkan, yaitu mahabbah, raja’, dan khauf. Ini adalah kesempurnaan ibadah kita, ibadahnya ahlussunnah wal jama’ah.

Semoga bermanfaat.

 

Abdul Fattah
[Alumni Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada, Jurusan Kimia. Dipercaya untuk mengajar Kimia sekaligus diamanahi Ketua Rumpun Jurusan IPA. Pernah mengelola Mahad Ilmi di Yogyakarta semasa kuliah, dan aktif dalam kegiatan di Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari Yogyakarta, selain itu juga supervisor Bahasa Arab di Mahad Umar bin Khattab Yogyakarta pada waktu bersamaan.]

 

Referensi

https://youtu.be/uQGKyksOjA0

https://islamqa.info/id/answers/103420/apakah-diharuskan-membangunkan-anak-anak-yang-sudahberusia-tujuh-tahun-untuk-shalat-fajar

https://binbaz.org.sa/fatwas/29157/

1 thought on “Tiga Pilar dalam Mendidik Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *