Fokus Ibadah di Bulan Ramadan dengan Teknik Pomodoro

Tak terasa Ramadan 1443 H tinggal menunggu hari. Berharap kita dapat menyambutnya dengan rasa gembira dan semangat beribadah. Walaupun wabah Covid-19 masih ada di sekitar kita, jangan sampai Ramadan kali ini terasa hambar seperti tahun sebelumnya. Di mana kita perlu waspada untuk tarawih berjamaah, takut untuk pengajian dan buka bersama kawan, serta pada akhirnya ditutup dengan salat Idul Fitri di rumah saja. 

Maka rasanya kita perlu mempersiapkan diri dengan penuh semangat menyambut Ramadan kali ini, agar jadi lebih baik. Ada sebuah perkataan populer yang dapat kita jadikan motivasi,

“Barangsiapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung.”

Maka dari itu, mumpung masih ada persiapan Ramadhan 1443 H, yuk kita pikirkan agenda Ramadan tahun ini mulai dari sekarang. Tapi selain ngomongin tentang agendanya, kita perlu juga nih membahas siasat pengerjaannya agar tetap konsisten sampai akhir Ramadan nanti.

Salah satu kendala kita meraih konsistensi dalam suatu hal, adalah munculnya distraksi ketika sedang fokus. Distraksi ini banyak macamnya, baik datang dari diri sendiri maupun dari keadaan di sekitar kita. Salah satunya dengan adanya smartphone yang berisi banyak aplikasi hiburan. Sehingga, yang pada awalnya kita sedang serius membaca buku, tiba-tiba ada notifikasi Instagram, Tiktok, dan Whatsapp muncul di smartphone kita. Tak terasa fokus pada aktivitas semula pun hilang entah kemana lalu tergantikan oleh smartphone yang sudah berada di tangan.

Maka kita pun perlu memahami cara agar tetap fokus menjalani kegiatan yang dilakukan. Salah satu teknik yang dapat kita praktikan agar fokus tetap terjaga ialah Teknik Pomodoro. Teknik ini dikenalkan oleh Fransisco Cirillo saat ia menjadi mahasiswa. Teknik Pomodoro sendiri adalah teknik pembagian waktu agar diri kita fokus pada suatu hal. 

Waktu akan dibagi menjadi 25 menit untuk fokus, dan 5 menit untuk istirahat. Setelah berhasil melewati 1 sesi kita bisa mengulang sebanyak 4 kali. Jadi total waktu yang digunakan untuk fokus total mencapai 1 jam. 

Agar fokus kita menjadi maksimal, berikut ini hal-hal yang bisa juga kita lakukan.

Pertama, pilih hanya satu kegiatan yang akan kita kerjakan selama 1 jam. Kemudian catat kegiatan tersebut dalam notes. Misal kegiatan yang dipilih adalah membaca Al-Quran juz pertama, maka jangan kita gabungkan kegiatan tersebut dengan mendengar kajian. Karena fokus kita akan terpecah.  

Kedua, atur tempat senyaman mungkin. Tempat yang nyaman menjadi salah faktor fokus kita terjaga. Kita bisa atur tempat duduk, meja kerja, penerangan, dan sirkulasi udaranya. Jika kegiatan yang hendak dilakukan adalah membaca Al-Quran, maka jangan pilih tempat baca di atas kasur. Alih-alih bukan fokus membaca yang dilakukan, namun justru fokus tidur yang kita kerjakan. Hindari juga membaca Al-Quran di depan televisi atau laptop yang sedang menyala. Kalau bisa matikan semua perangkat tersebut selama 1 jam.

Baca juga: Terjebak Procrastination, Kondisi Menunda-nunda Tugas

Terakhir, atur alarm selama 25 menit untuk fokus kegiatan dan 5 menit untuk refreshing. Refreshing berguna agar kita dapat semangat lagi menyelesaikan target kita selama 1 jam. Kita dapat menggunakan waktu refreshing untuk meregangkan badan atau sekedar jalan-jalan kecil mencari udara segar. Jika membaca Al-Quran kita lakukan di malam hari, maka refreshing bisa kita isi dengan makan ringan atau minum. 

Hindari refreshing dengan main smartphone karena dapat menghabiskan banyak waktu. Jauhkan smartphone selama kita ingin fokus pada satu kegiatan. Kita dapat mengganti alarm smartphone dengan alarm di jam tangan. 

Selanjutnya kita dapat mengulang tiap sesi tersebut selama 4 kali. Setelah itu jika ingin mengulang sesi kelima, istirahat dulu selama 30 menit.

Jangan lupa, bulan Ramadan juga identik dengan bulan Al-Quran. Bulan di mana kita fokus untuk membaca Kitabullah. Coba kita usung niat dan targetkan bahwa Ramadan 1443 H ini dapat fokus menyelesaikan Al-Quran 30 Juz. Sehari 4 sesi Pomodoro, insya Alloh satu kitab Al-Quran selesai kita baca selama bulan Ramadan. 

Semoga kita bisa menikmati kembali Ramadan secara normal tanpa adanya was-was Covid-19.

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

 

M. Zubair Abdurrahman
[Pendidik di SMA Future Gate Bekasi, Sedang menyelesaikan program Pascasarjana di PLN University.]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *