Olahraga Individu Tanpa Ba Bi Bu

Aktivitas Olahraga bersama orang kawan atau sahabat memang menyenangkan. Tapi jangan sampai kita malas berolahraga hanya karena tidak orang yang menemani. Apalagi jika telah memiliki niat berolahraga untuk tujuan tertentu, seperti menjaga kesehatan badan, diet, meningkatkan endurance, sampai bersiap mengikuti kompetisi. Banyak olahraga yang tetap terasa menyenangkan meski dilakukan seorang diri sehingga tidak perlu lagi merasa berat melakukannya.

Melakukan olahraga secara mandiri juga lebih mudah. Kita tidak perlu mengatur jadwal dengan orang lain yang kadang tidak pernah sesuai. Berolahraga seorang diri pun membuat kita lebih bebas dalam menentukan target pencapaian tanpa merasa sungkan dengan rekan yang memiliki tujuan berbeda. Dan yang lebih penting, olahraga mandiri membuat kita fokus lebih terpusat untuk diri sendiri dan tidak teralihkan dengan hal lain yang berasal dari teman saat bersama.

Ada beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan secara mandiri namun bisa tetap menyenangkan. Berikut ini olahraga yang dapat mulai kamu lakukan ketika tidak mendapatkan teman yang mau turut serta.

1. Lari

Berlari jadi makin populer belakangan ini. Kesadaran pada konsep hidup sehat mendorong banyak orang mulai mencoba olahraga sederhana ini. Cukup menggunakan pakaian ringan dan sepatu-beberapa orang bahkan berlari tanpa sepatu-, kita dapat langsung keluar pagar rumah dan segera berlari. Lari dikenal sebagai olahraga individu dengan tingkat pencapaian personal. Kita tidak perlu mencari teman jika hendak berlari. Sementara kehadiran komunitas lari anggap saja sebagai langkah motivasi jika memang kesulitan mencari alasan untuk berlari.

Mengajak teman untuk berlari bersama memang terlihat menyenangkan. Kita dapat saling mengawasi dan berbagai jalur lari favorit bersama-sama. Namun hal tersebut bisa jadi masalah apabila tidak memiliki tujuan yang sama. Ketika kita hendak meningkatkan pace atau kemampuan lari, sementara teman hanya ingin bersenang-senang di level yang sama, maka hal tersebut dapat menjadi masalah. Belum lagi tingkat kebugaran yang berbeda sehingga terkadang kehadiran teman malah menghambat proses berlari kita. Alih-alih semakin bugar, bila kita terlalu peduli pada teman lari, yang ada malah level kebugaran kita bisa menurun. Sebaliknya, bila kita tidak mampu menyamai kemampuan teman lari yang berada di atas kita, justru malah menghambat aktivitasnya.

Seandainya ingin berlari bersama, mungkin cukup tentukan tempat yang disepakati saja. Selebihnya kita dapat berlari secara mandiri dengan kemampuan masing-masing. Untuk kemudian nantinya bertemu di titik kumpul yang disepakati.

2. Bersepeda

Kegiatan bersepeda begitu menyenangkan sebab radius tempuh yang bisa mencapai ratusan kilometer dalam satu hari perjalanan. Membuat olahraga ini begitu digemari orang-orang dengan waktu libur terbatas tapi ingin bertualangan dengan singkat. Bersepeda menggabungkan dua aktivitas sekaligus, yakni berolahraga serta bertualang – apabila menempuh jalur hutan di pinggiran kota. Beberapa orang bahkan menggabungkan kegiatan bersepeda dan camping untuk sekadar melepas penat setelah bekerja selama satu pekan penuh.

Mirip seperti lari, bersepeda jadi agak merepotkan bila dilakukan bersama teman lain yang tidak berada pada kondisi fisik setara. Akan sangat menyulitkan menyamakan pace atau waktu tempuh apabila kita atau orang lain tidak terbiasa bersepeda cepat (speeding) atau jarak jauh (touring). Sehingga menjadikannya lebih personal tentu jadi pilihan terbaik. Tidak perlu repot mengatur waktu tempuh, jarak, atau bahkan tujuan yang kadang tidak selaras dengan teman lainnya. Belum lagi model sepeda yang terkadang berbeda-beda satu dengan yang lain, bisa makin repot lagi menentukan trek yang hendak dilalui.

Ketika hendak bersepeda mandiri pastikan kondisi badan dan sepeda kita sudah prima. Kita perlu mengenal tentang sepeda kita sendiri, tentang daya tahannya, jenis ban, sampai tingkat kecepatan, agar dapat menyesuaikan jalur yang tepat. Selain itu, kita pun perlu melengkapi diri kita dengan skill set dasar dalam menangani permasalahan sepeda. Memperbaiki rantai, memompa ban, mengganti ban saat bocor menjadi kemampuan wajib apabila hendak bersepeda jauh dari pemukiman.

3. Gym/ Fitness

Gym atau fitness masuk  ke dalam jenis olahraga individu sebab dalam praktiknya kita dapat melakukannya sendiri tanpa melibatkan orang lain. Keterlibatan orang lain dalam olahraga semacam ini mungkin bila berkaitan dengan perlatan berat untuk angkat beban yang memerlukan pengaturan khusus. Tapi selebihnya gym dan fitness dapat dilakukan mandiri.

Apabila kita melakukan kegiatan olahraga ini di pusat kebugaran maka dapat dipastikan bertemu dengan orang lain yang hendak memanfaatkan peralatan di sana. Maka memilih waktu spesifik yang tidak terlalu ramai perlu dilakukan agar tidak lama menunggu alat yang diinginkan. Biasanya ketika berolahraga di pusat kebugaran, orang-orang menyumpal telinga dengan headset sambil mendengarkan musik. Sebagai muslim yang baik, kita dapat mengganti suara musik dengan program bincang podcast, kajian ustaz, atau bahkan murotal Alquran sembari memurojaah hapalan.

Mencatat progres tubuh ketika nge-gym akan memotivasi kita untuk terus melakukannya dengan konsisten. Apalagi jika kemudian kita memutuskan untuk menjadi member pusta kebugaran tertentu, yang biayanya pasti tidak akan murah. Persoalan biaya biasanya jadi sebab tidak semua teman kita belum tentu mau turut nge-gym. Jika sudah demikian, lanjutkan saja untuk berolahraga secara mendiri.

4. Berenang

Olahraga renang dapat dikategorikan aktivitas hiburan apabila kita melakukannya beramai-ramai dengan teman dekat. Sebab alih-alih berolahraga, yang terjadi malah banyak bersenda gurau sambil bermain air. Maka jika hendak menjadikannya sebagai aktivitas olahraga, pergi sendiri ke kolam renang adalah pilihan paling tepat. Dengan begitu tidak perlu lagi sungkan untuk menghabiskan waktu mengarungi tiap sudut kolam.

Kolam renang yang akan dijadikan tempat berolahraga tentu saja jenis kolam renang khusus. Di dalamnya tidak bercampur dengan wahana air lainnya, dan hanya menyisakan sebuah kolam dengan standar ukuran tertentu. Standar minimal kolam renang biasanya 25×18,29 meter dengan 6 jalur renang. Sementara ukuran untuk dipakai lomba memiliki jarak 50×25 meter dengan 8 sampai 10 jalur renang. Beberapa kolam renang di klub kebugaran sudah memiliki standar ukuran minimal untuk dipakai berenang secara serius. Kita juga dapat mengakses kolam renang di hotel atau apartemen tertentu dengan membayarkan sejumlah uang sebagai uang masuk.

5. Panjat Dinding

Panjant dinding mulai digemari para orangtua untuk menyertakan anak mereka dalam olahraga tersebut. Aktivitas ini masuk ke dalam jenis olahraga berkat klasifikasinya yang menyertakan kompetisi dalam tingkat tertentu. Berkat itulah panjat dinding dianggap memiliki nilai-nilai olahraga untuk membentuk karakter seseorang dengan kuat. Harapan dari para orangtua agar anak mereka kelak memiliki karakter kompetitif untuk mengarungi kerasnya kehidupan saat dewasa. Hmm….

Panjat dinding membutuhkan seorang pengawas agar aktivitasnya dapat tetap dilakukan dalam koridor yang aman. Namun olahraga ini jelas tidak membutuhkan tandem khusus agar dapat dilakukan. Kita dapat melakukannya seorang diri. Bahkan ketika kita sudah memiliki sertifikasi pemanjat dinding, maka sangat memungkinkan untuk melakukannya seorang diri. Tidak hanya di dinding buatan saja, namun dapat memanjat tempat-tempat terbuka di alam lepas.

Itulah beberapa olahraga yang dapat dilakukan secara mandiri tanpa perlu repot mencari teman atau sahabat sebagai tandem dalam prosesnya. Mungkin dalam proses awalnya butuh adaptasi ketika kita melakukannya seorang diri. Namun seiring waktu akan mudah dan menjadi terbiasa. Apalagi ketika kita memang telah berniat melakukan hal tersebut untuk kebaikan bagi diri sendiri. Tidak perlu repot lagi mencari rekan yang belum tentu sepemikiran dengan kita.

Ronggo
[Sedang belajar dan mengajar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *